Sosialisasi UUD Desa dan hubungan pemerintah desa dan masyarakat

Acara sosialisasi UUD Desa dan Hubungan Pemerintah Desa dan masyarakat diadakan pada tanggal 3 Agustus 2018.
Adapun maksud dan tujuan sosialisasi ini sebagai wadah pengembangan wawasan, pengetahuan dan keahlian dalam upaya peningkatan peran dan fungsi pemerintah desa serta hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.

UPPKS

Kata Pengantar

BKKBN sebagai institusi pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program UPPKS. UPPKS merupakan wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sebagian besar anggotanya adalah peserta KB dari Keluarga Pra-Sejahtera dan Keluarga Sejahtera yang aktif berusaha secara kelompok.

Melalui usaha produktifnya, UPPKS diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu , interaksi antar anggota kelompok UPPKS diharapkan dapat pula meningkatkan kesertaan ber-KB anggota kelompok UPPKS dan masyarakat sekitarnya. Dengan peningkatan kesejahteraan, diharapkan kesertaan dan kesinambungan ber-KB dapat ditingkatkan. Jadi, sasaran utama, Keluarga Pra-Sejahtera dan Keluarga Sejahtera , dapat berwirausaha sekaligus ber-KB secara mandiri.

BKKBN mengembangkan program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui usaha ekonomi mikro dengan sasaran keluarga, khususnya Keluarga Pra- Sejahtera dan Keluarga Sejahtera 1, untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Program ini dimulai pada tahun 1979 yang merupakan bagian dari proses pembelajaran usaha melalui wadah Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) , lalu berubah menjadi UPPKS pada tahun 1994.

Pengertian UPPKS
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) merupakan suatu kegiatan ekonomi produktif yang berusaha meningkatkan pendapatan yang dilakukan oleh keluarga sejahtera secara berkelompok dilingkungan masyarakat yang sederhana.

Tujuan UPPKS
UPPKS merupakan wadah pembelajaran untuk mengenal usaha skala rumah tangga yang bertujuan meningkatkan kesejahteraaan keluarga, khusus KPS dan KS 1. Artinya, UPPKS berusaha mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.

Sasaran UPPKS
Sasaran UPPKS adalah peserta KB, pasangan usia subur, khususnya Keluarga Pra-Sejahtea (KPS) dan Keluarga Sejahtera (KS 1)

Strategi UPPKS
Melakukan advokasi, sosialisasi,, dan KIE program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dan KB kepada stakeholder, mitra kerja dan masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita, remaja dan lansia.
Penggerakan dan pemberdyaan bagi pengelola dan pelaksana di lini lapangan dalam program PEK dan KB.

Meningkatkan pembinaan dan perluasan akses pelayanan, pemerataan program PEK, serta kordinasi yang baik dengan program yang serupa diseluruh tingkat wilayah. Peningkatan kuantitas dan kualitas SDM pengelola dan kader program PEK dan KB.
Mengembangkan galeri UPPKS di provinsi, kabupaten dan kota. Peningkatan sarana dan prasarana program PEKA , ATTG

Peningkatan kualitas data basis dan akses informasi melalui berbagai media, pemasaran produk kelomopok UPPKS melalui online
Optimalisasi mekanisme operasional lini lapangan beserta jejaring kemitraannya. 9. Monitoring dan evaluasi.

Dasar Hukum
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
Undang – Undang Republik Indonesia tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Peraturan Presiden Nomor 15 TAhun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
Peraturan Kepala BKKBN Nomor ; 15/HK.010/B5/2009 tentang Pedoman Pengembangan Usaha Peningakatan Pendapatan Keluraga Sejahtera (UPPKS).

Kabupaten / Kota
Kelompok UPPKS Unggulan
Kelompok UPPKS Baru
Kelompok UPPKS Terintergrasi

Langkah – Langkah
Meningkatkan komitmen dan kerjasama program PEK dengan stakeholder dan mitra kerja tingkat SKPD –KB.

Dukungan kegiatan pelaksanaan momentum.
Penumbuhkembangan kelompok UPPKS.
Rakor pembentukan kelompok UPPKS
Monev dan pembinaaan kesetaraan ber-KB bagi anggota kelompok UPPKS.

Visi UPPKS
UPPKS bersama mitra kerja membangun usaha mikro untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Misi UPPKS
UPPKS memiliki beberapa misi, seperti berikut ini;
UPPKS berusaha meningkatkan peran serta mitra kerja dalam kegiatan usaha mikro.
UPPKS berusaha mengembangkan usaha mikro melalui kegiatan kelompoknya.
UPPKS berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga.
UPPKS berusaha membina kesertaan dan kemandirian ber-KB anggota kelompoknya.

Pengelolaan Kelompok.
Sebelumnya, pengelola kelompok harus memahami seluk – beluk pembentukan kelompok. Pengurus kelompok harus selalu bersedia memberikan informasi atau keterangan yang diminta dari, oleh , dan untuk anggota. Selain itu, pengelolaan dan pemanfaatan potensi serta dana menganut prinsip dari, oleh dan untuk anggota.

Dari anggota artinya segala potensi yang berupa tenaga manusia atau dana serta sumber daya alam berasal dari anggota kelompok. Oleh anggota artinya pendayagunaan sumber – sumber tersebut dilakukan oleh kelompok tidak hanya oleh pengurus saja. Untuk Anggota artinya, setiap kegiatan yang dilakukan kelompok dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan anggota dan setiap hasil yang diperoleh menjadi milik atau dibagikan kepada anggota.

Membentuk Kelompok.
Kelompok dibentuk untuk mempermudah melakukan kegiatan usaha ekonomi produktif dan mempermudah berbagai pihak untuk melakukan pembinaan terhadap usaha atau pengembangan tenaga kerja terampil dan inovatif sehingga usaha yang dikembangkan berdaya saing.

Cara Membentuk Kelompok
1.Seorang pemrakarsa yang memiliki pengetahuan, keinginan, atau modal dasar lainnya dan memiliki apresiasi terhadap kegiatan UPPKS sebaiknya melakukan hal – hal sebagai berikut;
Pemrakarsa mengadakan pertemuan dengan anggota masyarakat dan memberikan penjelasan tentang kegiatan UPPKS. Dalam penyelenggaraannya, dibantu oleh PLKB/PKB atau kader KB setempat.

2. Pemrakarsa menggali potensi kemampuan anggota kelompok yang berkaitan dengan penguasaan sumber input produksi, proses produksi, hasil produksi dan pemasaran.
Menggali potensi kemampuan anggota kelompok yang berkaitan dengan penguasaan sumber input produksi, proses produksi, hasil produksi, dan pemasarannya.

3.Melakukan kesepakatan dalam memilih bentuk dan jenis usaha yang paling dikuasai dari segi produksi maupun pemasaran.
4.Berdasarkan kesepakatan anggota kelompok, dibentuk kelompok UPPKS dan memilih pengurus.

Informasi tata cara untuk mendapatkan izin pembentukan kelompok usaha dapat diperoleh dengan menghubungi PLKB, ketua TP PKK atau kepala desa setempat

Pengurus Kelompok
Pengurus kelompok berperan sebagai dinamisator kelompok. Pengurus kelompok terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, bila perlu dapat dibentuk seksi – seksi.

Anggota Kelompok.
Adapun anggota kelompok UPPKS terdiri dari Keluraga Pra-Sejahtera dan Keluarga Sejahtera 1, keluarga sejahtera dengan tahapan yang lebih tinggi, dan anggota kelompok masyarakat yang berminat dalam mengembangkan usaha kelompok. Pada umumnya anggota kelompok UPPKS adalah ibu – ibu dan akseptor KB.

Program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
BKKBN mengembangkan usaha ekonomi produktif melalui proses pemberdayaan keluarga yang bertujuan menarik dan mendorong berbagai sumber daya ekonomi yang tersedia dapat mengalir dan mendukung kegiatan kelompok UPPKS. Dengan demikian Keluarga Pra- Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I pada akhirnya dapat berwirausaha sekaligus ikut ber-KB secara mandiri.

Mitra Kerja
– BUMN
– Perbankan
– PNPM
– Pegadaian
– Damandiri
– Posdaya
– Perguruan tinggi
– Dan lain – lain.