BIMBEL IPS

Mata pelajaran IPS dewasa ini kurang begitu diminati oleh peserta didik. Mata pelajaran IPS dipandang sulit dan terlalu teoritis. Akan tetapi pelajaran IPS merupakan pelajaran wajib karena muncul di ujian nasional. Terlebih lagi teori pada mata pelajaran IPS dibutuhkan untuk implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Inilah alasan mengapa tim KKN 68 mengadakan bimbel IPS.

Pada awalnya 7 anak kelas 1-5 SD yang berpartisipasi dalam bimbel ini. Pada saat itu anak-anak masih dalam suasana libur sekolah sehingga materi yang diberikan berupa pengetahuan umum misalnya tentang peta Indonesia. Anak-anak mempelajari tentang pulau-pulau besar yang ada di Indonesia, terutama bentuk kenampakan pulau tersebut. Mereka juga belajar tentang pemimpin daerah secara struktural formal.

Media pembelajaran flash digunakan untuk meningkatkan minat belajar IPS. Materinya tentang perkenalan diri, keluarga, rumah, dan interaksi jual beli di masyarakat. Pada jenjang SMP, ada pendampingan pekerjaan rumah seperti misanya letak geografis Indonesia dan dampaknya.

Media lain yang digunakan adalah video mengenai kebudayaan Indonesia. Di dalamnya berisi informasi mengenai masing-masing daerah dengan budaya yang ada, seperti: suku, rumah adat, baju adat, dan tarian daerah. Selain itu ada pembelajaran mengenai zaman pra-sejarah.

BIMBEL IPA DASAR DAN BIOLOGI

Program Bimbingan belajar IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) khususnya mata pelajaran Biologi merupakan program individu yang diadakan untuk memudahkan anak-anak di Dusun Sembuku sebagai bentuk pengabdian dalam bidang pendidikan. Program ini dilaksanakan secara gratis dan dilengkapi dengan materi-materi yang telah disiapkan sesuai jenjang usia anak didik, untuk metode pengajarannya adalah berupa penjelasan dengan ceramah, gambar dan video kemudian peserta diminta mencatat materi-materi inti dan diakhiri dengan soal latihan dan tanya jawab.

Dalam pelaksanaannya, bimbingan belajar ini seringkali dilaksanakan pada hari selasa dan kamis selama 1,5 – 2 jam, namun ada tambahan hari secara fleksibel apabila ada peserta yang datang untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Program ini utamanya di adakan di rumah pak dukuh, tetapi ada kalanya dilaksanakan di masjid atau di alam bebas seperti di telaga. Sejauh ini kendala yang dialami adalah beragamnya jenjang pendidikan peserta didik, sehingga materi yang disampaikan pun harus menyesuaikan kemampuannya. Selanjutnya akan direncanakan untuk dilaksanakan di SD ngenep dengan tujuan untuk memudahkan dan membantu menjelaskan kepada pelajar dalam mengerjakan mata pelajaran Biologi dan IPA secara umum.

PELATIHAN PEMBUATAN LILIN

Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan adalah lemak sapi karena, banyak mengandung asam stearat. Tetapi, sekarang mengguankan parafin. Lilin termasuk temuan paling awal dari dunia primitif. Sejarah mencatat bahwa orang Mesir sudah menggunakan lilin sejak tahun 3000 SM. Catatan lainnya memperlihatkan bahwa pada abad I, orang-orang Romawi menggunakan lilin yang sumbunya berupa alang–alang. Di abad berikutnya, orang-orang Mesir Kuno mengganti batang alang-alang dengan sumbu serat yang dicelupkan ke dalam lemak cair, didinginkan, dan kembali dicelupkan ke dalam lemak cair, didinginkan, dan kembali dicelup sampai ketebalan tertentu. Lilin pada zaman tersebut belum sesempurna sekarang. Pada zaman tersebut bila lilin dinyalakan mengeluarkan asap kehitaman. Atau, kerap juga mengeluarkan semacam gas dan aroma tak sedap yang membuat mata jadi pedih.

Adanya pelatihan pembuatan lilin ini difokuskan kepada anak-anak yang masih TK, SD, sampai SMP. Anak–anak tersebut sangat antusias dengan adanya kegiatan tersebut, mereka sangat tertarik untuk membuatnya dan mencobanya, dikarenakan pembuatan lilin merupakan suatu hal yang baru bagi mereka. Anak–anak dengan kreativitas tinggi membuat lilin yang kemudian dihias dengan kreatifitas masing-masing. Pelatihan pembuatan lilin ini diikuti sebanyak 23 anak dari TK, SD, sampai SMP.

PELATIHAN BANGUN RUANG UNTUK ANAK-ANAK

Bangun ruang ialah bangun yang memiliki isi atau volume. Di dalam matematika, bangun ruang terbagi menjadi sisi, rusuk dan titik sudut. Bangun ruang yang biasanya diketahui oleh anak-anak ialah balok, kubus, prisma, limas, kerucut, tabung dan bola.
Tujuan dari pengenalan bangun ruang ialah agar anak-anak mengetahui nama-nama bangun ruang dan mengetahui perbedaan antara masing-masing bangun ruang, serta mengetahui cara menghitung luas serta volume setiap bangun ruang.

Pada tanggal Senin, 8 Juli 2013 di rumah bapak dukuh, tim kkn bersama-sama memperkenalkan kepada anak-anak dusun sembuku mengenai macam-macam bangun ruang. Pengenalannya dengan membagikan modul kepada masing-masing anak. dilanjutkan dengan pembuatan bangun ruang kubus dengan menggunakan sedotan dan benang jahit. Pada hari Jumat, 12 Juli 2013 melanjutkan praktek pembuatan bangun ruang limas dengan menggunakan kertas.

PENYULUHAN DAN PENYUNTIKAN TERNAK MAMALIA DAN UNGGAS

Dusun Sembuku, Desa Dadapayu, Kecamatan Gunungkidul merupakan padukuhan yang mayoritas penduduknya adalah petani. Peternakan merupakan kegiatan masyarakat selain bertani di sawah atau tegalan. Peternakan dilakukan tidak secara massal atau besar-besaran tetapi sebagai bagian dari ternak rumah tangga. Hampir seluruh rumah tangga memiliki hewan peliharaan yang dijadikan ternak. Hewan tersebut merupakan investasi bagi warga dusun ini.

Kegiatan peternakan yang diterapkan di desa seringkali masih menggunakan sistem tradisional, begitu juga yang terjadi di Dusun Sembuku. Warga hanya memelihara ternak sebagai sebuah kebiasaan turun-temurun. Mengingat mayoritas penduduk memiliki ternak, sebenarnya bidang ini merupakan potensi wilayah yang sangat memadai. Dengan manajemen yang bagus dan lebih modern, peternakan di Dusun Sembuku dapat berjalan dengan lebih baik.

Selama ini ada beberapa hambatan yang dialami oleh masyarakat Dusun Sembuku dalam berternak. Di antara masalah yang dihadapi adalah kesehatan ternak yang kadang kurang diperhatikan karena pemahaman warga yang masih kurang. Masalah selanjutnya adalah kesuburan ternak yang kurang optimal. Selanjutnya adalah penanganan kesehatan ternak yang sering bermasalah terbukti dengan berbagai penyakit yang menjangkiti ternak. Banyak ternak yang sakit dan bahkan mati tanpa diketahui penyebabnya. Masyarakat pun belum begitu paham tentang langkah pertama yang harus diambil dalam kondisi darurat saat ternak sakit atau mati. Kondisi alam Gunung Kidul, terutama di area ini yang pasokan airnya terbatas juga membatasi warga dalam melakukan perawatan terhadap ternak.

Berbagai masalah tersebut tidak akan menjadi masalah seandainya warga masyarakat memiliki pemahaman mengenai berternak dengan cara yang lebih modern. Untuk itu, dengan membaca peluang yang dimiliki di daerah ini, tim KKN UNY 2013 Kelompok 68 yang memang ditempatkan di Dusun Sembuku berinisiatif untuk membuat program penyuluhan dan penyuntikan hewan ternak. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu: Penyuntikan Kesuburan dan Kesehatan Ternak Mamalia serta Penyuluhan Flu Burung.

Pada intinya kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bagaimana caranya berternak yang baik. Hal ini berhasil dilakukan atas kerja sama dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Semanu pada 6 Juli 2013 dan 24 Agustus 2013. Fokus utama pada kegiatan pertama adalah ternak mamalia. Pada hari itu, dilaksanakan penyuntikan kesuburan ternak mamalia yang terdiri dari sapi dan kambing. Kegiatan dilakukan oleh tiga pegawai Puskeswan dibantu oleh tim KKN yang mengurus masalah administrasi dan dokumentasi. Pada kegiatan pertama ini, warga mendapat kunjungan sehingga mereka bebas menanyakan perihal ternak, memeriksakan ternak mereka, meminta cek kebuntingan, suntik vitamin, dan pengobatan penyakit.

Pada pertemuan berikutnya, juga bekerja sama dengan Puskeswan, fokus pada masalah ternak unggas. Pada pertemuan ini, seluruh kader diundang untuk mendapatkan sosialisasi dan penanganan penyakit unggas, khususnya flu burung. Para kader ini diberikan pengarahan mengenai ciri-ciri penyakit unggas dan langkah yang harus diambil jika ada unggas yang mati. Selain itu, mereka diajari untuk menyuntik unggas dengan menggunakan simulasi unggas secara nyata. Para kader yang telah dilatih ini diharapkan akan menjadi pelopor dan pioner manajemen ternak yang baik, baik untuk mamalia maupun unggas. Dengan kegiatan ini, diharapkan potensi peternakan yang ada di dusun dapat berjalan lebih optimal.