Program Pemasangan lampu penerangan pada pemakaman umum di padukuhan mojo

Area Tempat Pemakaman Umum (TPU) selama ini dikenal menyeramkan. Namun, kelompok 3 dari KKN STPMD APMD Yogyakarta mempunyai ide untuk membuat penerangan jalan menuju tempat pemakaman umum yang berada di Padukuhan Mojo. Hal ini sangat di apreasiasi oleh warga masyarakat padukuhan mojo, karena hal ini mengurangi rasa ketakutan / kekhwatiran ketika melintasi jalan area pemakaman.

PEMASANGAN PLAT NOMOR RUMAH DI PADUKUHAN SEMBUKU

Akhir-akhir ini kita jumpai semakin menjamurnya rumah yang dibangun di berbagai lokasi yang tersebar disemua wilayah yang dianggap strategis, aman dan nyaman. Tumbuhnya pembangunan rumah yang pesat berkonsekwensi dengan semakin banyaknya jumlah hunian yang dapat ditinggali. Dalam suatu kawasan padukuhan, umumnya memiliki model dan tipe yang sejenis atau mirip. Sehingga hampir tidak terlihat perbedaan yang mencolok antara satu rumah dengan rumah lainnya. Kondisi ini tentu membutuhkan sebuah media informasi yang akan menunjukkan kepada umum tentang lokasi rumah seseorang. Media yang paling mudah adalah penomoran.

Penomoran sangatlah penting bagi penghuni terutama terkait dengan surat menyurat, domisili pada identitas rumah, seperti nama desa/kelurahan, nama jalan, nama blok, nama perumahan beserta nomor rumah yang juga tak kalah penting. Nomor rumah selalu ekslusif untuk satu rumah. Sebab sebuah nomor rumah menunjuk pada satu alamat rumah saja. Mungkinkah satu rumah memiliki dua nomor rumah? Atau mungkinkah dua rumah memiliki nomor rumah yang sama? Tentu saja jawabannya tidak. Setiap rumah memiliki nomor rumah tertentu yang berbeda dengan nomor rumah yang lain.

Manfaat dan fungsi nomor rumah diantaranya sebagai media koresponden/surat menyurat, menentukan lokasi kita, artistik pada diding rumah, identitas penghuni, dan mempermudah orang lain agar lebih mudah dalam mencari alamat.

Demikian pentingnya penomoran sebuah rumah dalam kehidupan sosial kita sehingga kita tidak khawatir kawan, kerabat, kolega atau rekan bisnis yang ingin mengunjungi rumah kita kebingungan dan nyasar tak tentu arah. Juga kiriman barang atau dokumen penting yang dialamatkan kepada kita, akan mudah sampai dan kecil kemungkinannya untuk tidak sampai.

Di samping sebagai media informasi, sedikit banyak nomor rumah menambah kesan tertentu bagi rumah dan pemilik rumah. Nomor rumah yang unik dan berbeda dari sekitarnya, akan memiliki kesan yang akan dikenang orang yang melihatnya, sehingga akan mudah mengingatnya.

INGINKAN LINGKUNGAN HIDUP SEHAT, WARGA RAJIN KERJA BAKTI LINGKUNGAN

Siapa yang tidak ingin memiliki lingkungan yang sehat? Lingkungan yang sehat memiliki memberikan berbagai keuntungan kepada masyarakat yang tinggal di area tersebut. Secara estetika, lingkungan yang sehat, jauh dari polusi dan tumpukan sampah juga tampak indah dan asri. Ini tentunya akan memberikan kenyamanan kepada warga. Secara kesehatan, lingkungan hidup yang sehat sangat penting peranannya. Jika lingkungan kumuh, berbagai penyakit mungkin muncul dari sana. Masyarakat sendiri yang akan dirugikan nantinya.

Menyadari pentingnya kesehatan lingkungan hidup, warga Dusun Sembuku, Desa Dadapayu, Semanu GK ini rajin melaksanakan kerja bakti. Biasanya kerja bakti dilaksanakan per Rukun Tetangga (RT). Di dusun ini ada tiga RT yang kesemuanya memiliki agenda kerja bakti lingkungan. Selama dua bulan tim KKN UNY 2013 Kelompok 68 berada di dusun ini, telah dilaksanakan sedikitnya enam kali kerja bakti lingkungan hidup.

Kerja bakti biasanya dilaksanakan pada pagi atau sore hari. Diawali dengan pemukulan kentongan, warga akan keluar dari rumah masing-masing, siap dengan peralatan mereka untuk membersihkan lingkungan seperti memotong dahan yang tumbuh tidak teratur di atas jalan, mencabuti rumput yang tumbuh di jalan dusun, menyapu sampah dan daun-daun kering yang ada di jalan, sampai pada melakukan cor blok jalan dusun. Kegiatan ini dilakukan tidak mengenal batasan. Hampir seluruh warga mengikuti kerja bakti ini, tidak mengenal batasan usia dan jenis kelamin. Itulah sebabnya jadwal kerja bakti dibuat pagi hari sebelum orang-orang berangkat bekerja atau sore hari setelah mereka kembali dari bekerja.

Selain untuk kebersihan lingkungan hidup, kerja bakti ini juga menunjukkan persaudaraan yang erat di padukuhan. Warga akan bersama-sama bekerja membersihkan lingkungan mereka, sementara beberapa orang akan menyiapkan makanan dan minuman untuk dinikmati pada saat orang istirahat atau selesai melakukan kerja bakti. Kegiatan sederhana ini merupakan kegiatan yang menjadi ruang interaksi langsung antarwarga yang menunjukkan keeratan hubungan kekeluargaan di pedesaan.

PENYULUHAN DAN PENYUNTIKAN TERNAK MAMALIA DAN UNGGAS

Dusun Sembuku, Desa Dadapayu, Kecamatan Gunungkidul merupakan padukuhan yang mayoritas penduduknya adalah petani. Peternakan merupakan kegiatan masyarakat selain bertani di sawah atau tegalan. Peternakan dilakukan tidak secara massal atau besar-besaran tetapi sebagai bagian dari ternak rumah tangga. Hampir seluruh rumah tangga memiliki hewan peliharaan yang dijadikan ternak. Hewan tersebut merupakan investasi bagi warga dusun ini.

Kegiatan peternakan yang diterapkan di desa seringkali masih menggunakan sistem tradisional, begitu juga yang terjadi di Dusun Sembuku. Warga hanya memelihara ternak sebagai sebuah kebiasaan turun-temurun. Mengingat mayoritas penduduk memiliki ternak, sebenarnya bidang ini merupakan potensi wilayah yang sangat memadai. Dengan manajemen yang bagus dan lebih modern, peternakan di Dusun Sembuku dapat berjalan dengan lebih baik.

Selama ini ada beberapa hambatan yang dialami oleh masyarakat Dusun Sembuku dalam berternak. Di antara masalah yang dihadapi adalah kesehatan ternak yang kadang kurang diperhatikan karena pemahaman warga yang masih kurang. Masalah selanjutnya adalah kesuburan ternak yang kurang optimal. Selanjutnya adalah penanganan kesehatan ternak yang sering bermasalah terbukti dengan berbagai penyakit yang menjangkiti ternak. Banyak ternak yang sakit dan bahkan mati tanpa diketahui penyebabnya. Masyarakat pun belum begitu paham tentang langkah pertama yang harus diambil dalam kondisi darurat saat ternak sakit atau mati. Kondisi alam Gunung Kidul, terutama di area ini yang pasokan airnya terbatas juga membatasi warga dalam melakukan perawatan terhadap ternak.

Berbagai masalah tersebut tidak akan menjadi masalah seandainya warga masyarakat memiliki pemahaman mengenai berternak dengan cara yang lebih modern. Untuk itu, dengan membaca peluang yang dimiliki di daerah ini, tim KKN UNY 2013 Kelompok 68 yang memang ditempatkan di Dusun Sembuku berinisiatif untuk membuat program penyuluhan dan penyuntikan hewan ternak. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu: Penyuntikan Kesuburan dan Kesehatan Ternak Mamalia serta Penyuluhan Flu Burung.

Pada intinya kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bagaimana caranya berternak yang baik. Hal ini berhasil dilakukan atas kerja sama dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Semanu pada 6 Juli 2013 dan 24 Agustus 2013. Fokus utama pada kegiatan pertama adalah ternak mamalia. Pada hari itu, dilaksanakan penyuntikan kesuburan ternak mamalia yang terdiri dari sapi dan kambing. Kegiatan dilakukan oleh tiga pegawai Puskeswan dibantu oleh tim KKN yang mengurus masalah administrasi dan dokumentasi. Pada kegiatan pertama ini, warga mendapat kunjungan sehingga mereka bebas menanyakan perihal ternak, memeriksakan ternak mereka, meminta cek kebuntingan, suntik vitamin, dan pengobatan penyakit.

Pada pertemuan berikutnya, juga bekerja sama dengan Puskeswan, fokus pada masalah ternak unggas. Pada pertemuan ini, seluruh kader diundang untuk mendapatkan sosialisasi dan penanganan penyakit unggas, khususnya flu burung. Para kader ini diberikan pengarahan mengenai ciri-ciri penyakit unggas dan langkah yang harus diambil jika ada unggas yang mati. Selain itu, mereka diajari untuk menyuntik unggas dengan menggunakan simulasi unggas secara nyata. Para kader yang telah dilatih ini diharapkan akan menjadi pelopor dan pioner manajemen ternak yang baik, baik untuk mamalia maupun unggas. Dengan kegiatan ini, diharapkan potensi peternakan yang ada di dusun dapat berjalan lebih optimal.

PENYULUHAN DAN PENYUNTIKAN TERNAK MAMALIA DAN UNGGAS

Dusun Sembuku, Desa Dadapayu, Kecamatan Gunungkidul merupakan padukuhan yang mayoritas penduduknya adalah petani. Peternakan merupakan kegiatan masyarakat selain bertani di sawah atau tegalan. Peternakan dilakukan tidak secara massal atau besar-besaran tetapi sebagai bagian dari ternak rumah tangga. Hampir seluruh rumah tangga memiliki hewan peliharaan yang dijadikan ternak. Hewan tersebut merupakan investasi bagi warga dusun ini.

Kegiatan peternakan yang diterapkan di desa seringkali masih menggunakan sistem tradisional, begitu juga yang terjadi di Dusun Sembuku. Warga hanya memelihara ternak sebagai sebuah kebiasaan turun-temurun. Mengingat mayoritas penduduk memiliki ternak, sebenarnya bidang ini merupakan potensi wilayah yang sangat memadai. Dengan manajemen yang bagus dan lebih modern, peternakan di Dusun Sembuku dapat berjalan dengan lebih baik.

Selama ini ada beberapa hambatan yang dialami oleh masyarakat Dusun Sembuku dalam berternak. Di antara masalah yang dihadapi adalah kesehatan ternak yang kadang kurang diperhatikan karena pemahaman warga yang masih kurang. Masalah selanjutnya adalah kesuburan ternak yang kurang optimal. Selanjutnya adalah penanganan kesehatan ternak yang sering bermasalah terbukti dengan berbagai penyakit yang menjangkiti ternak. Banyak ternak yang sakit dan bahkan mati tanpa diketahui penyebabnya. Masyarakat pun belum begitu paham tentang langkah pertama yang harus diambil dalam kondisi darurat saat ternak sakit atau mati. Kondisi alam Gunung Kidul, terutama di area ini yang pasokan airnya terbatas juga membatasi warga dalam melakukan perawatan terhadap ternak.

Berbagai masalah tersebut tidak akan menjadi masalah seandainya warga masyarakat memiliki pemahaman mengenai berternak dengan cara yang lebih modern. Untuk itu, dengan membaca peluang yang dimiliki di daerah ini, tim KKN UNY 2013 Kelompok 68 yang memang ditempatkan di Dusun Sembuku berinisiatif untuk membuat program penyuluhan dan penyuntikan hewan ternak. Kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu: Penyuntikan Kesuburan dan Kesehatan Ternak Mamalia serta Penyuluhan Flu Burung.

Pada intinya kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bagaimana caranya berternak yang baik. Hal ini berhasil dilakukan atas kerja sama dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Semanu pada 6 Juli 2013 dan 24 Agustus 2013. Fokus utama pada kegiatan pertama adalah ternak mamalia. Pada hari itu, dilaksanakan penyuntikan kesuburan ternak mamalia yang terdiri dari sapi dan kambing. Kegiatan dilakukan oleh tiga pegawai Puskeswan dibantu oleh tim KKN yang mengurus masalah administrasi dan dokumentasi. Pada kegiatan pertama ini, warga mendapat kunjungan sehingga mereka bebas menanyakan perihal ternak, memeriksakan ternak mereka, meminta cek kebuntingan, suntik vitamin, dan pengobatan penyakit.

Pada pertemuan berikutnya, juga bekerja sama dengan Puskeswan, fokus pada masalah ternak unggas. Pada pertemuan ini, seluruh kader diundang untuk mendapatkan sosialisasi dan penanganan penyakit unggas, khususnya flu burung. Para kader ini diberikan pengarahan mengenai ciri-ciri penyakit unggas dan langkah yang harus diambil jika ada unggas yang mati. Selain itu, mereka diajari untuk menyuntik unggas dengan menggunakan simulasi unggas secara nyata. Para kader yang telah dilatih ini diharapkan akan menjadi pelopor dan pioner manajemen ternak yang baik, baik untuk mamalia maupun unggas. Dengan kegiatan ini, diharapkan potensi peternakan yang ada di dusun dapat berjalan lebih optimal.

MENCERAHKAN PADUKUHAN SEMBUKU DENGAN NEONISASI

Berada di bawah rimbun pepohonan, Dukuh Sembuku, Dadapayu merupakan lokasi yang sangat nyaman untuk ditinggali. Segar dan asri. Tapi bagaimana jika matahari telah terbenam? Malam hari menjadi begitu pekat, sementara warga sering memiliki aktivitas malam hari, melewati jalanan padukuhan yang gelap gulita. Kenyamanan yang muncul pada siang hari mendadak sirna setiap malamnya.

Menyadari pentingnya penerangan di malam hari di Dukuh Sembuku ini, tim KKN68 membuat program neonisasi. Dalam program ini, tim KKN menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk neonisasi sementara pelaksanaannya, tim KKN bekerja sama dengan warga, khususnya pemuda yang secara antusias ikut mempertimbangkan lokasi strategis yang hendak dipasangi neon sampai pada pemasangannya. Untuk listrik, warga Dukuh Sembuku sangat kooperatif dengan memberi aliran listrik secara cuma-cuma untuk menerangi jalanan padukuhan. Kegiatan pemasangan yang membutuhkan waktu dua hari ini berjalan lancar berkat respon positif yang diberikan warga setempat.

Kini melewati jalanan Dukuh Sembuku tidak lagi gelap. Apalagi saat neonisasi dilaksanakan bertepatan dengan Bulan Ramadhan di mana warga sering keluar pada malam atau dini hari untuk sholat berjamaah, tarawih berjamaah, dan tadarusan. Keberadaan neon di tempat strategis sangat membantu warga setempat sekaligus membuat padukuhan terasa lebih nyaman pada malam hari.